Tampilkan postingan dengan label sa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sa. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Desember 2010

MAN JADDA WA JADDA..!!

Oleh : Faiz Fauzi (KAMMI angkatan Al-Fatih)
Di sebelah Tenggara Benua Asia terdapat sebuah Negara kepulauan terbesar di dunia dan negara yang kata orang sebagai Surganya Dunia. Yang katanya tongkat, kayu dan batu jadi tanaman. Ya, itulah INDONESIA. Dengan prosentase lebih dari 85% Masyarakatnya memeluk agama Islam dan menjadi Negara ISLAM Terbesar di dunia.
Selama ini kita dinina bobokan dengan predikat tersebut dan kita cukup berbangga hati menyandang predikat sebagai negara Islam Terbesar di dunia. Sayangnya, banyak dari kita sekadar berhenti sampai di situ. Kita bangga pada jumlah. Kita bangga sebagai negara Muslim terbesar di dunia. Sementara selama ini kita ketahui, belum pernah ada setelah zaman ORBA (Orde Baru), partai Islam menang.Subhanalloh..
Sebagai Warga Negara Indonesia yang memeluk agama Islam, tentunya saya cukup prihatin & sedikit merenung tentang fakta ini. Kok bisa ya, negara yang masyarakatnya mayoritas muslim tapi partai yang ber asas Islam belum pernah memenangkan pemilu sama sekali. Ada apa dibalik semua ini...........??????????
Kejadian ini tidak terjadi di tingkat negara saja. Tetapi di tingkat kampus yang berkedok/berstatus Islam pun demikian. Saat ini menurut rencana di salah satu kampus di Yogyakarta yang ada embel-embel Islamnya, akan mengadakan PEMILWA ( Pemilu Mahasiswa ), yang katanya akan diadakan dalam waktu dekat. Banyak organisasi yang sudah merancang sedemikian rupa dan menentukan calonnya siapa yang jadi presiden BEM Fakultas, dan BEM Jurusan maupun yang akan memduduki di kursi anggota dewan terhormat (SEMA). Visi, Misi dan strategi Politik merekapun berbeda-beda. Bahkan, walaupun sama-sama Islam tetapi pemikiran merekapun berbeda, ada yang Liberal, sekuler, Nasionalis, dll. Tetapi tenang, masih ada kok yang masih memegang Teguh Syari`at Islam.
Namun kenyataanya sama dengan negara Indonesia. Di lingkup Kampus yang ada embel-embel Islam tetapi yang menguasai dan menjadi Presiden di kampus tersebut bukan dari parrtai yang berasaskan Syari`at Islam. Tetapi dari partai yang berasaskan lain, mungkin Nasionalis, sekuler, atau mungkin juga partai yang berasas LIBERAL. Waaaaaah, ini sungguh menyedihkan...!!!!!!!!!
Bayangkan, di lingkup kecil yang masih lokal saja partai yang berasas Islam belum pernah menang. Pantas saja kalo negara Indonesia ini yang katanya berpenduduk muslim terbesar di dunia tapi partai islamnya belum pernah menang. Ini perlu dikaji dan diteliti..
Tetapi janganlah pesimis, tetaplah optimis bahwa partai berasas Syari`at Islam Pasti Menang...!!!!!!!
Man jadda, wa jadda artinya barang siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkan..!!!!

Allohu Akbar.....!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

By: suara akar rumput
Faiz Fauzi (KAMMI UIN SUKA)
Jurusan Aqidah Filsafat’10
Fakultas Ushuluddin
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Minggu, 26 Desember 2010

Mirisnya Dunia Pendidikan Kita

Oleh: Karina Pramitasari (Staf KP KAMMI UIN)
Mengamati pendidikan di Indonesia beserta segala permasalahan yang melingkupinya memang tidak ada habis-habisnya. Indonesia yang dulu dijadikan acuan bagi negara tetangga, Malaysia khususnya mengakui keunggulan kualitas pendidikan di Indonesia. Terbukti dengan dikirimkannya beberapa tenaga pengajar untuk belajar di Indonesia. Namun sekarang keadaanya sudah berbalik 1800. Indonesia sudah jauh tertinggal dengan negara tetangga dalam segi pendidikan tentunya.
Entah apa yang mempengaruhi. Banyak sekali faktor yang menyebabkan hal itu. Kita tidak serta merta mengkambinghitamkan pemerintah , walaupun dalam kenyataannya pemerintah juga tidak bisa lepas tangan begitu saja. Permasalahan pendidikan sekarang ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja untuk menyelesaikan mencari solusi terbaik demi perbaikkan. Namun masyarakat juga mau tidak mau harus terlibat di dalamnya.
Peran pemerintah dalam pendidikan sangatlah besar. Terutama dalam hal membentuk dan menentukan sistem pendidikan seperti apa yang akan diberlakukan di Indonesia. Sistem yang akan diberlakukan tentunya melalui beberapa pertimbangan matang dan akurat, dilihat dari landasan psikologis, landasan sosial budaya, landasan, landasan ilmu dan teknologi dan landasan filosofis. Dimana sistem pendidikan itulah yang akan mengantarkan bangsa ini menuju keberhasilan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia yang tercantum di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alenia ke-empat. Salah satunya adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Untuk sementara ini apabila dicermati sistem pendidikan yang ada belumlah sesuai dan belum terbukti keunggulannya untuk mengatasi berbagai problem yang ada. Malah system yang ada menjadi problem tersendiri di dunia pendidikan negara ini. Salah satu system pendidikan yaitu mengenai masalah kurikulum. Permasalahannya kurikulum yang diberlakukan masih sering ganti-ganti, belum ditetapkan secara pasti sekiranya kurikulum seperti apa yang pantas bagi iklim pendidikan di Indonesia.
Selain system pendidikannya yang masih perlu banyak perbaikkan, orang-orang yang berkecimpung di dunia pendidikanpun perlu dibenahi juga. Terutama perbaiikan di bidang akhlak. Jadi mereka-mereka yang terjun langsung khususnya para pendidik tentunya harus memiliki akhlak yang baik terlebih dahulu sebelum mengajarkan ke peserta didik. Karena peserta didik itu akan meniru apa-apa yang ada di pendidik.

Karina Pramitasari (KAMMI UIN SUKA)
Mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika
Fakultas Sains dan Teknologi
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta